Sumber : (Pinterest/pngtree) *** Bulan purnama bersinar terang di langit malam. Cahaya bulan memantul di atas permukaan air dan menciptakan jalan gemerlap di atas danau. Di pinggir danau, dua orang duduk di tepi perahu kayu tua yang melambung tenang. “Mau ke mana?” tanya Lyly, rambut panjangnya tergerai oleh angin malam. Rian melirik ke samping, senyumnya lebar. “Aku pikir kita bisa mencapai pulau di tengah danau, tempat di mana katamu kita bisa melihat ‘bulan biru’.” Perahu mereka mengarungi air dengan tenang. Itu adalah malam yang istimewa, “bulan biru” yang sangat langka, di mana bulan purnama tampak lebih besar dan lebih biru dari biasanya. Lyly dan Rian telah merencanakan petualangan ini selama berbulan-bulan. Di tengah danau, mereka berhenti dan memandangi bulan yang memantul di permukaan air. Itu benar-benar memukau. Mereka merasa seolah-olah bulan berada begitu dekat, hampir bisa meraihnya. Rian meraih tangan Lyly dengan lembut. “Kau tahu, Lyly, bulan biru ini mengingatkanku pa...
Blog Baca Cerpen/Novel Gratis